Sejumlah Mangaka Tinggalkan X Usai Diterpa Harassment dari Penggemar | Yuknime

Selasa, 28 Juli 2026

Sejumlah Mangaka Tinggalkan X Usai Diterpa Harassment dari Penggemar

Harassment penggemar kembali jadi sorotan.
Mangaka Tinggalkan X karena Harassment Gachiakuta

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah mangaka Jepang memutuskan meninggalkan platform X (sebelumnya Twitter) setelah menjadi sasaran harassment dan serangan dari sebagian penggemar. Kasus ini kembali memicu diskusi mengenai hubungan antara kreator dan komunitas penggemar di media sosial.

Beberapa nama yang menjadi sorotan di antaranya adalah kreator Gachiakuta, Kei Urana, serta kreator Nippon Sangoku. Keduanya memilih mengurangi atau menghentikan aktivitas di X setelah menghadapi berbagai kontroversi yang berkembang di media sosial. :contentReference[oaicite:0]{index=0}

Gachiakuta Jadi Sorotan

Kasus yang paling banyak diperbincangkan datang dari Kei Urana, kreator manga Gachiakuta. Setelah membagikan sebuah video buatan penggemar, unggahan tersebut memicu kontroversi dan berujung pada gelombang kritik serta harassment di media sosial. Tidak lama kemudian, Urana bersama desainer graffiti seri tersebut, Hideyoshi Andou, menonaktifkan akun X mereka karena merasa situasi tersebut mulai mengganggu proses berkarya. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

Kreator Nippon Sangoku Ikut Menjauh

Situasi serupa juga terjadi pada kreator Nippon Sangoku. Dalam beberapa waktu terakhir, sang mangaka membatasi aktivitas media sosialnya setelah muncul perdebatan terkait fan art dan interpretasi penggemar terhadap karya yang dibuatnya. Perdebatan tersebut kemudian berkembang menjadi serangan personal dari sebagian pengguna media sosial. :contentReference[oaicite:2]{index=2}

Hubungan Kreator dan Penggemar Jadi Perhatian

Fenomena ini kembali memperlihatkan bagaimana interaksi langsung antara kreator dan penggemar di media sosial dapat menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, media sosial memudahkan komunikasi dan berbagi karya, tetapi di sisi lain juga membuka ruang bagi kritik yang berubah menjadi harassment.

Banyak penggemar menyayangkan keputusan sejumlah mangaka untuk meninggalkan X. Pasalnya, mereka dikenal aktif membagikan ilustrasi, proses produksi, hingga berinteraksi langsung dengan pembaca sebelum akhirnya memilih menjauh demi menjaga kesehatan mental dan fokus pada proses kreatif. :contentReference[oaicite:3]{index=3}

Kesimpulan

Kasus yang menimpa kreator Gachiakuta, Nippon Sangoku, dan beberapa mangaka lainnya menjadi pengingat bahwa antusiasme penggemar tetap perlu dibarengi dengan rasa hormat terhadap kreator. Dukungan yang sehat tentu lebih berarti dibandingkan tekanan yang justru membuat para pembuat karya memilih meninggalkan media sosial.

Baca Juga

Bagikan artikel ini

Harap Berkomentar dengan Baik dan Benar

Add Your Comment

Partnership
Ingin Berkolaborasi?
dengan Yuknime

Kami terbuka untuk press release, event coverage, paid partnership, dan campaign amplification yang tetap terasa editorial.

Respons Cepat Media + Komunitas Diskusi Lanjut
Chat via WhatsApp Kirim Email Lihat Contact Hub