Di 'One Piece', Gecko Moria sering dianggap villain aneh dari arc Thriller Bark. Namun jika melihat masa lalunya, kekalahan Moria dari Kaido ternyata menyimpan cerita yang jauh lebih tragis daripada sekadar bajak laut kalah duel.
Salah satu fakta mengejutkan adalah alasan Moria datang ke Wano sebenarnya cukup mulia. Ia kembali ke negeri itu bukan untuk mencari harta atau Road Poneglyph, tetapi untuk menyelamatkan wilayah Ringo yang pernah membesarkannya saat kecil.
Sayangnya, pertarungan melawan Kaido berakhir sangat buruk. Dalam pertempuran tersebut, seluruh kru Gecko Pirates tewas di tangan Kaido dan Beast Pirates, sementara hanya Moria yang berhasil selamat dari tragedi itu.
Kehilangan seluruh anak buahnya menjadi titik balik besar bagi hidup Moria. Trauma karena kehilangan kru membuatnya kemudian memilih menggunakan pasukan zombie, karena ia tidak ingin lagi merasakan kehilangan orang yang hidup.
Hal lain yang membuat kisah ini terasa pahit adalah Moria tidak pernah mendapatkan kesempatan membalas Kaido. Saat perang besar di Wano terjadi, Moria justru sedang ditahan di Pulau Bajak Laut sehingga tidak bisa kembali menghadapi musuh lamanya.
Ironisnya, penduduk Ringo di Wano justru menganggap Moria sebagai pahlawan. Mereka percaya ia gugur saat melawan Kaido demi melindungi desa mereka, bahkan sampai membangun makam untuk mengenangnya.
Dengan latar belakang ini, kekalahan Gecko Moria di 'One Piece' bukan sekadar cerita bajak laut kalah melawan Yonko. Kisah tersebut justru menjadi salah satu tragedi yang membentuk kepribadian Moria seperti yang terlihat dalam cerita sekarang.
